Pria dan Gadis kecil yang malang digelapan Malam

Selamat Pagi (Selalu saya ucapkan walau kondisi malam)
Salam Sejahtera
Asalamualaikum Wr. Wb.

Ini kisah yang sengaja saya postingin, dari karya sahabat saya.
selamat menikmati.


Di dalam sebuah lorong jalan yang sunyi dan ditelan kegelapan ,seorang pria melangkahkan kakinya dengan perlahan,hanya suara dari langkah sepatu fantopel yang digunakannya dilorong itu,sunyi sepi ditelan kegelapan dan tetesan bekas air hujan dari sebuah jendela kamar seorang anak perempuan yang sedang tertidur pulas. detak jarum jam terdengar jelas dalam ruangan itu,suasana hening membimbingnya pergi ke alam mimpi yang tenang, ia sembari tersenyum tipis menutup kedua buah bola matanya,sungguh benar-benar putri kesayangan dari pasanga suami istri bpak william dan ibu Queen .hanya sebuah foto keluarga di atas meja belajarnya yang menyaksikan ia tertidur pulas malam ini. Malam ini adalah malam yang tenang bagi setiap penghuni daerah blok seruni. begitulah nama blok yang diberikan di daerah tempat keluarga ini tinggal.

Sekarang pria ini sampai di depan pagar sebuah rumah yang berada di pinggir blok itu. Ia menatap tajam kearah rumah wanita kecil yang tertidur pulas didalamnya,ia mengetahui itu.
Tidak begitu jelas terlihat wajah pria ini,bayangan pohon di sebelah kanannya menutupi bagian wajahnya, pohon itu bergerak tertiup angin malam yang begitu dingin. Namun tak sedingin perasaannya sekarang ini. baju yang basah celana yang kotor dan sepatu fantopel yang berlumuran lumpur, itu semua tak sebanding dengan perasaannya.

Kemudian,tangan kanannya mulai dia arahkan ke arah kunci pagar rumah yang ada dihadapannya. akan tetapi pria ini menarik tangannya kembali.Ia membalikkan badannya, lalu ia menundukkan kepala dan menghela nafas panjang.
            Setelah beberapa saat tanpa gerakkan sedikitpun pria ini kembali mengangkat kepalanya dan membalikkan badannya kearah pintu gerbang ,ia terlihat lebih menegakkan badannya dari sebelumnya.Kemudian ia mundur beberapa langkah dari posisi sebelumnya,sekarang  ia mengambil nafas panjang,bersiap untuk beraksi dan berlari  membawa benda yang mirip  sebuah pisau di tangan kanannya.

Ia melompat.

Sekarang Ia talah berada dipekarangan rumah dan mulai melangkahkan kakinya ,namun kali ini ia melangkahkan  kaki dengan terburu-buru menuju pintu rumah yag ada didepannya.

Ia  berhenti kembali tepat didepan pintu itu.
Entah apa yang sedang dipikirkannya ,namun ia menolehkan kepalanya kanan dan kiri seolah bingung apa yang harus dia lakukan.
Dengan nafas tak beraturan,pria ini  kembali melangkah  mendekati sebuah jendela.
Sekarang ia begitu yakin atau
hanya melawan rasa takutnya dan memberanikan diri untuk menjalankan rencana yang sudah ia susun rapi sebelum berangkat.dan sekarang,pria ini mulai menggunakan benda yang telah digenggamnya sejak tadi.

Ia mencoba dengan paksa untuk membuka jendelanya,setelah beberapa saat dan dengan ketrampilan yg dia miliki , dengan waktu yang sangat singkat pria ini mampu membuka jendela rumah itu.
             Pria ini...
tersenyum tipis.SINIS.
             Ia membuka jendelanya perlahan dan hati-hati.tangannya terlihat gmetaran. Lalu ia menahan nafasnya.Kemudian menurunkan kaki kanan kelantai dengan perlahan disusul dengan kaki kirinya.
             Sekarang ia merasa bangga yang sangat luar biasa,merasakan dirinya cukup hebat,berani dan pintar,karena sudah sejauh ini ia melangkah.Senyum pria ini semakin lebar,ia lebih tenang sekarang.ia begitu yakin perbuatannya akan berhasil.
            “Perbuatan apa yang dibenci oleh orang? Apakah ini dosa?” sekarang ia bergumam sendiri.
            “tidak...ini bukan dosa... Tuhan tau segalanya,..tidak...aku tidak berbuat dosa, inilah yang disebut amalan yang sesungguhnya” katanya sembari tersenyum tipis.
            Jantung yang memompa darahnya  mengalir cukup deras.IA MERASAKAN.dan ia mendengar setiap detakkan jantungnya sendiri.oohh..ia sangat menikmati perasaan ini.Inilah saat2 yg ia tunggu.Saat-saat dimana seluruh perasaan bercamur antara kebencian,kebahagiaan,kesenangan,dan
Rasa bersalah.
                                
            “oh Tuhan... terimakasih,aku akan mengabadikan gadis kecil Mu ini!” kata pria ini dengan mengangkat kepalanya melihat langit-langit yang gelap dikamar itu.
            ternyata sejak tadi pria ini telah berada tepat didepan gadis manis yang sedang tertidur pulas itu.Ia menatap wajah gadis kecil ini dengan penuh rasa iba,sepertinya ia sekarang ingin sekali menumpahkan air mata,ia menunduk.
            Terdiam...
            Kemudian ia menggenggam dengan erat-erat pisau yang digenggamnya,mengangkat kepalanya kembali dan memasang wajah yang jauh berbeda dari sebelumnya,wajah yang penuh dengan dendam dan bola mata yang menatap kesatu titik pusat.senyumnya semakin lebar,bahkan ia sekarang tertawa sinis.
Kemudian,pria ini mengambil sebuah bantal yang tergeletak disamping gadis kecil malang itu.Sekarang,ia mendekap wajah gadis itu...
Kemudian....
Cross....!!
ahhhhhhhhhhhhhhhh
             gadis itu  sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi,,
”eum...eumhh..grrraahh..!!!”triak gadis itu.Namun suaranya tertahan oleh bantal yang sedang pria itu dekapkan padanya.

Malang sekali nasib gadis kecil itu sebuah benda tajam menancap tepat didada sebelah kiri.TEPAT bersarang dijantung gadis malang itu.ia mengejang hebat dan sekuat tenaga untuk berteriak.namun tanpa suara sedikitpun.kakinya mengeras seketika sangat kuat menahan rasa sakit yang sedang ia derita.”Aarrrgggghh....aaargghhh ....”teriaknya sekuat tenaga sepanjangan,namun tak bergema sedikitpun diruangan itu.Sekarang ia menggenggam tangan pria itu dengan sekuat tenaganya, berusaha untuk melepaskan dekapan bantal yang menyiksa pernafasannya.bantal yang mendekap wajahnya.namun apa daya.”oh tidak.. apa yang sedang saya rasakan? Apakah saya akan mati Yaa Allah?”katanya dalam hati.
Dunia sekarang cukup gelap bagi gadis malang ini,sekarang ia berusaha untuk mempertahankan nafas yang sedang ia rasakan di rongga-rongga dadanya supaya tidak lenyap seketika.Rasanya begitu sakit,tak terbayang olehnya akan terjadi seperti ini.apa yang terjadi Ya Allah?.begitulah ucapnya dalam hati.Namun untuk mempertahankan sisa nafasnya begitu sesak bukan main dirongga dadanya.”Apakah saya akan mati Ya Allah?” begitulah kata-kata terakhir dalam hatinya yang ia ucapkan.
            Dan
Cross.....!!!

Pria itu memperdalam tusukan pisaunya sehingga hampir gagang pisau ikut masuk kedalam dada gadis kecil itu,kemudian  ia menarik pisau yang sedang tertancap itu dengan sukuat tenaganya.Ia tengah berusaha merobek dada kiri gadis kecil malang itu,hingga darah  segar mengalir bagai air yang sudah lama tertampung oleh bendungan,darah-darah segar membajiri tubuhnya,kedua tangannya tidak tampak warna kulit lagi.

 “oh Tuhan..terimakasih atas anugrahmu ini..ini adalah persembahan ku kepadamu,aku akan selalu ada dalam perlindunganmu”kata pria itu berbisik kepada dirinya sendiri sambil mengangkat kedua tangannya keatas seperti umat yang sedang berdo’a kepada tuhannya.
hingga gadis itu mengejangkan badan hebat meronta kesakitan namun tertahan oleh badan pria itu yang telah dari tadi menduduki badannya.
            Kemudian,..genggaman lemas dari tangan gadis kecil malang berakhir sudah,tangannya terkulai lemas tak berdaya lagi.

 Namun tidak membuat pria itu untuk menghentikan aksinya dan merasa bersalah,Sekarang ia mencoba memperbesar robekan dada gadis kecil yang sudah tidak berdaya itu,ia berusaha memasukkan tangan kanannya kedalam dada gadis kecil yang tak berdaya itu lagi.Bagaikan mengambil isi perut ikan segar, pria itu mengeluarkan benda lembek berbentuk lonjong dan masih berdetak berlumuran darah segar dari dalam tubuh gadis kecil malang itu.
            “hihihi...hahaha.... jantungnya masih begitu bagus dan segar Yaa tuhaaann,engaku harus bersyukur kepadaku,karna aku telah memberikan yang terbaik buatmu”teriaknya dengan suara tertahan.Ia tertawa sinis lebar menegakkan kepalanya keatas dengan tatapan begitu tajam seolah sedang menantang seseorang.

 Kemudian ia menatap wajah gadis kecil malang tersebut,matanya berubah menjadi sayu senyap.Giginya ditekannya kuat-kuat dan kemudian,matanya berlinang tak tertahan menatap gadis kecil itu.
 “cup...cup..cup.. sayang,tidur yang tenang ya..” katanya sambil membelai rambut gadis itu.
Sekarang,
Air matanya tak dapat dibendung lagi.
“KAMU CANTIK”

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Terimakasih atas kunjungannya. SIlahkan berikan komentar. :)