Selamat Pagi (Selalu saya ucapkan walau kondisi malam)
Salam Sejahtera
Asalamualaikum Wr. Wb.

Ini kisah yang sengaja saya postingin, dari karya sahabat saya.
selamat menikmati.


Di dalam sebuah lorong jalan yang sunyi dan ditelan kegelapan ,seorang pria melangkahkan kakinya dengan perlahan,hanya suara dari langkah sepatu fantopel yang digunakannya dilorong itu,sunyi sepi ditelan kegelapan dan tetesan bekas air hujan dari sebuah jendela kamar seorang anak perempuan yang sedang tertidur pulas. detak jarum jam terdengar jelas dalam ruangan itu,suasana hening membimbingnya pergi ke alam mimpi yang tenang, ia sembari tersenyum tipis menutup kedua buah bola matanya,sungguh benar-benar putri kesayangan dari pasanga suami istri bpak william dan ibu Queen .hanya sebuah foto keluarga di atas meja belajarnya yang menyaksikan ia tertidur pulas malam ini. Malam ini adalah malam yang tenang bagi setiap penghuni daerah blok seruni. begitulah nama blok yang diberikan di daerah tempat keluarga ini tinggal.

Sekarang pria ini sampai di depan pagar sebuah rumah yang berada di pinggir blok itu. Ia menatap tajam kearah rumah wanita kecil yang tertidur pulas didalamnya,ia mengetahui itu.
Tidak begitu jelas terlihat wajah pria ini,bayangan pohon di sebelah kanannya menutupi bagian wajahnya, pohon itu bergerak tertiup angin malam yang begitu dingin. Namun tak sedingin perasaannya sekarang ini. baju yang basah celana yang kotor dan sepatu fantopel yang berlumuran lumpur, itu semua tak sebanding dengan perasaannya.

Kemudian,tangan kanannya mulai dia arahkan ke arah kunci pagar rumah yang ada dihadapannya. akan tetapi pria ini menarik tangannya kembali.Ia membalikkan badannya, lalu ia menundukkan kepala dan menghela nafas panjang.
            Setelah beberapa saat tanpa gerakkan sedikitpun pria ini kembali mengangkat kepalanya dan membalikkan badannya kearah pintu gerbang ,ia terlihat lebih menegakkan badannya dari sebelumnya.Kemudian ia mundur beberapa langkah dari posisi sebelumnya,sekarang  ia mengambil nafas panjang,bersiap untuk beraksi dan berlari  membawa benda yang mirip  sebuah pisau di tangan kanannya.

Ia melompat.

Sekarang Ia talah berada dipekarangan rumah dan mulai melangkahkan kakinya ,namun kali ini ia melangkahkan  kaki dengan terburu-buru menuju pintu rumah yag ada didepannya.

Ia  berhenti kembali tepat didepan pintu itu.
Entah apa yang sedang dipikirkannya ,namun ia menolehkan kepalanya kanan dan kiri seolah bingung apa yang harus dia lakukan.
Dengan nafas tak beraturan,pria ini  kembali melangkah  mendekati sebuah jendela.
Sekarang ia begitu yakin atau
hanya melawan rasa takutnya dan memberanikan diri untuk menjalankan rencana yang sudah ia susun rapi sebelum berangkat.dan sekarang,pria ini mulai menggunakan benda yang telah digenggamnya sejak tadi.

Ia mencoba dengan paksa untuk membuka jendelanya,setelah beberapa saat dan dengan ketrampilan yg dia miliki , dengan waktu yang sangat singkat pria ini mampu membuka jendela rumah itu.
             Pria ini...
tersenyum tipis.SINIS.
             Ia membuka jendelanya perlahan dan hati-hati.tangannya terlihat gmetaran. Lalu ia menahan nafasnya.Kemudian menurunkan kaki kanan kelantai dengan perlahan disusul dengan kaki kirinya.
             Sekarang ia merasa bangga yang sangat luar biasa,merasakan dirinya cukup hebat,berani dan pintar,karena sudah sejauh ini ia melangkah.Senyum pria ini semakin lebar,ia lebih tenang sekarang.ia begitu yakin perbuatannya akan berhasil.
            “Perbuatan apa yang dibenci oleh orang? Apakah ini dosa?” sekarang ia bergumam sendiri.
            “tidak...ini bukan dosa... Tuhan tau segalanya,..tidak...aku tidak berbuat dosa, inilah yang disebut amalan yang sesungguhnya” katanya sembari tersenyum tipis.
            Jantung yang memompa darahnya  mengalir cukup deras.IA MERASAKAN.dan ia mendengar setiap detakkan jantungnya sendiri.oohh..ia sangat menikmati perasaan ini.Inilah saat2 yg ia tunggu.Saat-saat dimana seluruh perasaan bercamur antara kebencian,kebahagiaan,kesenangan,dan
Rasa bersalah.
                                
            “oh Tuhan... terimakasih,aku akan mengabadikan gadis kecil Mu ini!” kata pria ini dengan mengangkat kepalanya melihat langit-langit yang gelap dikamar itu.
            ternyata sejak tadi pria ini telah berada tepat didepan gadis manis yang sedang tertidur pulas itu.Ia menatap wajah gadis kecil ini dengan penuh rasa iba,sepertinya ia sekarang ingin sekali menumpahkan air mata,ia menunduk.
            Terdiam...
            Kemudian ia menggenggam dengan erat-erat pisau yang digenggamnya,mengangkat kepalanya kembali dan memasang wajah yang jauh berbeda dari sebelumnya,wajah yang penuh dengan dendam dan bola mata yang menatap kesatu titik pusat.senyumnya semakin lebar,bahkan ia sekarang tertawa sinis.
Kemudian,pria ini mengambil sebuah bantal yang tergeletak disamping gadis kecil malang itu.Sekarang,ia mendekap wajah gadis itu...
Kemudian....
Cross....!!
ahhhhhhhhhhhhhhhh
             gadis itu  sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi,,
”eum...eumhh..grrraahh..!!!”triak gadis itu.Namun suaranya tertahan oleh bantal yang sedang pria itu dekapkan padanya.

Malang sekali nasib gadis kecil itu sebuah benda tajam menancap tepat didada sebelah kiri.TEPAT bersarang dijantung gadis malang itu.ia mengejang hebat dan sekuat tenaga untuk berteriak.namun tanpa suara sedikitpun.kakinya mengeras seketika sangat kuat menahan rasa sakit yang sedang ia derita.”Aarrrgggghh....aaargghhh ....”teriaknya sekuat tenaga sepanjangan,namun tak bergema sedikitpun diruangan itu.Sekarang ia menggenggam tangan pria itu dengan sekuat tenaganya, berusaha untuk melepaskan dekapan bantal yang menyiksa pernafasannya.bantal yang mendekap wajahnya.namun apa daya.”oh tidak.. apa yang sedang saya rasakan? Apakah saya akan mati Yaa Allah?”katanya dalam hati.
Dunia sekarang cukup gelap bagi gadis malang ini,sekarang ia berusaha untuk mempertahankan nafas yang sedang ia rasakan di rongga-rongga dadanya supaya tidak lenyap seketika.Rasanya begitu sakit,tak terbayang olehnya akan terjadi seperti ini.apa yang terjadi Ya Allah?.begitulah ucapnya dalam hati.Namun untuk mempertahankan sisa nafasnya begitu sesak bukan main dirongga dadanya.”Apakah saya akan mati Ya Allah?” begitulah kata-kata terakhir dalam hatinya yang ia ucapkan.
            Dan
Cross.....!!!

Pria itu memperdalam tusukan pisaunya sehingga hampir gagang pisau ikut masuk kedalam dada gadis kecil itu,kemudian  ia menarik pisau yang sedang tertancap itu dengan sukuat tenaganya.Ia tengah berusaha merobek dada kiri gadis kecil malang itu,hingga darah  segar mengalir bagai air yang sudah lama tertampung oleh bendungan,darah-darah segar membajiri tubuhnya,kedua tangannya tidak tampak warna kulit lagi.

 “oh Tuhan..terimakasih atas anugrahmu ini..ini adalah persembahan ku kepadamu,aku akan selalu ada dalam perlindunganmu”kata pria itu berbisik kepada dirinya sendiri sambil mengangkat kedua tangannya keatas seperti umat yang sedang berdo’a kepada tuhannya.
hingga gadis itu mengejangkan badan hebat meronta kesakitan namun tertahan oleh badan pria itu yang telah dari tadi menduduki badannya.
            Kemudian,..genggaman lemas dari tangan gadis kecil malang berakhir sudah,tangannya terkulai lemas tak berdaya lagi.

 Namun tidak membuat pria itu untuk menghentikan aksinya dan merasa bersalah,Sekarang ia mencoba memperbesar robekan dada gadis kecil yang sudah tidak berdaya itu,ia berusaha memasukkan tangan kanannya kedalam dada gadis kecil yang tak berdaya itu lagi.Bagaikan mengambil isi perut ikan segar, pria itu mengeluarkan benda lembek berbentuk lonjong dan masih berdetak berlumuran darah segar dari dalam tubuh gadis kecil malang itu.
            “hihihi...hahaha.... jantungnya masih begitu bagus dan segar Yaa tuhaaann,engaku harus bersyukur kepadaku,karna aku telah memberikan yang terbaik buatmu”teriaknya dengan suara tertahan.Ia tertawa sinis lebar menegakkan kepalanya keatas dengan tatapan begitu tajam seolah sedang menantang seseorang.

 Kemudian ia menatap wajah gadis kecil malang tersebut,matanya berubah menjadi sayu senyap.Giginya ditekannya kuat-kuat dan kemudian,matanya berlinang tak tertahan menatap gadis kecil itu.
 “cup...cup..cup.. sayang,tidur yang tenang ya..” katanya sambil membelai rambut gadis itu.
Sekarang,
Air matanya tak dapat dibendung lagi.
“KAMU CANTIK”

Selamat Pagi (Selalu saya ucapkan walau kondisi malam)
Salam Sejahtera
Asalamualaikum Wr. Wb.

Kisah ini adalah kisah nyata yang dialami oleh salah seorang mahasiswa kenalan saya sebut saja namanya reno (nama disamarkan), kisah yang dialami reno mungkin hanya segelintir dari kisah yang sangat inspiratif yang sangat memberikan pelajaran didalamnya yang berkaitan dengan berpikir positif, begini kisahnya


    waktu itu reno sedang berumur 14 tahun, ia anak pertama dari tiga bersaudara dan reno bersekolah di salah satu sekolah islam di kotanya yang sederajat dengan SLTP, saat itu reno akan menghadapi ujian nasional. ketika itu ibu reno baru saja melahirkan adik kedua reno, namun belum sempat merasakan kebahagian memperoleh anggota keluarga baru reno dan keluarga mengalami musibah, ibu reno mengalami sakit komplikasi  jantung, tekanan darah tinggi dan gejala leukemia (sel darah putih) dan  pendarahan setelah proses melahirkan. padahal keluarga reno adalah keluarga yang bisa kita sebut keluarga yang tak punya namun berbagai usaha yang dilakukan oleh reno dan keluarga untuk menyembuhkan ibu tercinta .
ibu reno dirawat dirumah sakit umum dikotanya hampir selama enam bulan namun sang ibu belum juga membaik dan bahkan makin memburuk. akibat keterbatasan biaya yang dimiliki keluarga lagi pula keluarga telah kecewa dengan kondisi ibu yang makin memburuk  dengan terpaksa sang ibu harus dirawat dengan seadanya.

    3 bulan telah berlalu selama itu pula sang ibu hanya dirawat dengan ala kadarnya, namun reno dan keluarga tidak pernah mengeluh dengan keadaan ini dan terus berusaha mencari solusi atas penyakit yang dialami sang ibu. akhirnya reno menghadapi ujian nasional, jujur reno kepada tim redaksi kala itu meskipun sang ibu sedang sakit namun pada saat mengahadapi ujian reno tetap fokus karena reno tidak ingin semuanya menjadi tambah kompleks dengan kesalahan yang akan timbul  jika ia tidak lulus ujian.
namun syukurnya reno tetap lulus ujian  dengan angka yang cukup baik buktinya ia mampu masuk sekolah negeri dikota nya.

kembali pada sang ibu.

    hari-hari terus berlalu ternyata sudah satu tahun sang ibu terbaring lemah , hingga akhirnya  reno mendapat kabar indah bahwa disalah salah satu desa dikotanya ada seorang tabib yang mampu mengobati  penyakit apa pun. lalu sang ibu dibawalah kepada sang tabib umtuk diobati.
pada awal-awal bulan pengobatan reno sempat tidak yakin dengan cara pengobatan yang dilakukan sang tabib yang hanya memberikan air putih yang hanya dicampur doa-doa.
hingga reno hampir tiap hari memaksakan kehendak supaya sang ibu tidak melanjutkan pengobatan, namun sang ibu tetap ingin melanjutkan pengobatan disana.
namun sesuatu yang luarbiasa terjadi hanya dalam waktu 3 bulan sang ibu sembuh dari penyakit namun selam itu pula reno dan ibu berdebat untuk tidak melanjutkan pengobatan.
karena begitu penasaran dengan semua reno pun bertanya pada sang ibu mengapa bisa sembuh hanya dengan meminum air dan dirumah sakit malah semakin menjadi sakitnya lalu sang ibu menjawab dengan tenangnya bahwa ibu reno pada saat berada dirumah sakit sama sekali tidak tenang, ia tidak yakin dengan semua pengobatan yang dilakukuan selain itu sang ibu kasihan dan khawatir dengan reno yang ikut banting tulang bersama sang ayah demi memperoleh uang untuk pengobatan ibu. sedang pada sang tabib ibu sangat yakin dengan pengobatan itu selain itu adu argumen yang dilakukan reno dan ibu membuat sang ibu menjadi semakin yakin dengan keputusannya.

    kini semuanya telah membaik kehidupabn reno dan kelurga  bahkan semakin membaik mulai dari perekonomian keluaraga hingga pendidikan  reno dan adiknya. buktinya reno bisa memperoleh beasiswa di politeknik manufaktur astra tercinta ini.
karena reno yakin jika sakit yang dialami sang ibu sama sekali tidak pernah mengganngu konsenya untuk belajar dan keyakinan nya telah ia bangun semenjak sang ibu mengalami sakit yang begitu parah hingga sang ibu sehat kembali seperti sedia kala.

itulah kisah singkat namun sangat luarbiasa, memberikan arti betapa pentingnya berpikir positif dalam berkehidupan.
semoga bermanfaat, dan semoga kisah ini selalu memberikan motivasi kepada kita untuk selalu berpikir positif dalam setiap tindak kehidupan kita!!!

trimaksih kepada reno dan keluarga!

Selamat Pagi (Selalu saya ucapkan walau kondisi malam)
Salam Sejahtera
Asalamualaikum Wr. Wb.


.: Adi (Nama disamarkan) :.

Sebuah cerita dari sang Sahabat

Kali ini, saya bingung ingin membuat alur cerita saya menjadi semenarik seperti biasanya, membuat tulisan saya dengan gerakan tangan yang cepat dan hanya dalam waktu kurang lebih satu jam saja, karena cerita ini merupakan sebuah sharing dari seorang sahabat walaupun pertemuan saya dengannya baru pertama kali ini dana hanya terjadi sekitar pukul 15.45 WIB tadi hingga pukul 18.00 WIB.

Awalnya kedatangannya hanyalah sedang menjemput seorang temannya yang juga adalah sahabat lama saya yang tak jumpa namanya Mar (nama disamarkan) yang sedang melihat titipannya kepada saya setelah kepulangan saya dari jakarta perbincangan pun dimulai sebut saja beliau dengan panggilan Adi (Nama disamarkan)

Kejadian sharing ini terjadi karena dari pancingan sang mak (ibu saya) kepadanya mengenai silsilah keluarganya, kondisi saat perbincangan ini terjadi sangatlah kondusif dan saya baru saja menyelesaikan makan saya, saat itu ada abak (ayah saya), mak. Mar dan Adi, sayangnya sang sahabat saya mar malah mendahulu pergi jalan jalan menuju taman kota pusat pemerintahan di kota saya prabumulih

Namun nampaknya berdasarkan keputusan yang akan saya ambil pada malam ini, saya tidak akan bercerita sesuai plot pembicaraan kami melainkan menjadikannya sebagai sebuah cerita fiktif namun tetap terinspirasi dari adi yang akan menggambarkan beberapa hasil yang saya peroleh selama obrolan itu terjadi

Namanya adalah Adi (nama disamarkan), ia adalah anak ke 4 dari pasangan ibu dan bapak joni (nama disamarkan) , umurnya saat ini delapan belas tahun dan ia baru saja menyelesaikan kegiatan belajar nya (Tingkat menengah Atas baca: SMA) dan kini ia bekerja sebagai buruh tani sekaligus buruh perusahan pengebor minyak bumi

Pada saat itu Adi baru saja menyelesaikan kegiatan belajar mengajarnya di SMAN 6 Prabumulih (satu SMA dengan saya), ia adalah pindahan dari salah satu SMA di kabupaten M.Enim pada kelas 11 dengan alasan lebih dekat dengan orangtua yang menjadi wiraswasta (buka warung serba ada), maklum selama SLTP adi sudah harus berpisah dengan kedua orangtuanya yang berada di prabumulih sedang ia berada di M.Enim bersama keluarga yang disana

Bersambung di part 2

Selamat Pagi (Selalu saya ucapkan walau kondisi malam)
Salam Sejahtera
Asalamualaikum Wr. Wb.


.: Awal Segalanya :.

Ketiga saudara Adi sudah berkeluarga,

kakak pertama (seorang perempuan) menikah dengan seorang pembela pertahanan negeri ini dan sudah dikaruniai  3 orang anak yang masih sangat kecil dan dia mengikut dengan suami yang bekerja (Dinas) di M.Enim,

kakak kedua (Seorang laki-laki) baru saja menikah dan belum mendapatkan keturunan dan menetap diprabumulih juga, beliau bekerja sebagai supir sedang sang istri adalah ibu rumah tangga mereka juga memiliki sebuah usaha kecil (warung),

selanjutnya kakak ketiga (Seorang perempuan) menikah dengan seorang lelaki guru yang sudah cukup mapan dan menetap dipalembang, saat ini sudah memiliki 2 orang keturunan yang juga masih sangat kecil dan belia

karena kesibukan keluarga dan jarak yang sangat jauh diantara keluarga ini, akhirnya keluarga ini sangat jarang untuk berkumpul dan komunikasipun sangat terlihat jelas kekurangannya, dalam rangka silahturahmi pada acara hari raya islam pun (idul fitri dan idul adha) mereka sangat sulit untuk melakukan kumpul dalam kebersamaan-kebersamaan yang menyatukan mereka dan untuk komunikasi sendiri mereka sangat sulit untuk melakukan karena pada kondisi ini harga alat komunikasi handphone (Hp) masih sangat dianggap mahal.
Sebenarnya kedua orangtua Adi sudah sangat menyadari hal itu, namun karena kondisi keluarga yang dalam keadaan jarak yang sangat jauh, dan melakukan komunikasi via media massa pun yang sungguh tidak memungkinkan akhirnya mereka hanya bisa diam dan selalu berdoa supaya segala pikiran negatif yang ada dalam diri ini hanya sekedar pikiran yang hanya merindukan belaian semua anaknya. Jujur perasaan sang orangtua menghawatirkan kondisi anak anaknya disana. Itu saja.

Tahun demi Tahun berlalu hubungan keluarga semakin bermasalah dan semakin jauh saja jarak antara semuanya karena kesibukan dan kegiatan masing masing keluarga sedang adi yang sangat masih belum mengerti dengan kondisi kondisi seperti ini hanya bisa mendengar keluh kesah dari ayah dan ibunya. Adi hanya diam.  

Bersambung di part 3

Selamat Pagi (Selalu saya ucapkan walau kondisi malam)
Salam Sejahtera
Asalamualaikum Wr. Wb.


.: Ketika Ayah tak bergetar :.

Sang ayah tercinta, pada Bulan ke-2 pada tahun 2011 lalu menghembuskan nafas terakhirnya setelah berminggu minggu sakit dan hanya dirawat seadanya dirumah saja.

Sakit sang ayah sebenarnya sudah lama dirasakan, namun beliau tak pernah mengeluhkan hal ini sampai adi dan sang ibu tak pernah tahu kondisi kesehatan sang ayah. Namun awal sakit itu tak pernah adi ketahui hingga hari ini. Namun syukurnya usaha sang ayah mulai berkembang dengan baik akhirnya adi pun bisa melanjutkan sekolah SMA di muara enim dan alat komunikasi untuk mereka dan adi.

Saat itu, adi sedang menginjak SMA kelas 3 setidaknya fikirannya sudah mulai dewasa.  Kebetulan dan sangat beruntung Adi mendapatkan beasiswa pendidikan selama SMA karena kepiawaiannya dalam belajar namun melihat kondisi ini bukan berarti sang orangtua tidak mengiriminya uang saku, akhirnya uang saku yang dikirm sebagian disisihkannya untuk menabung begitu juga dengan beasiswa yang ia terima akhirnya pada tahun kedua ia SMA ia sudah mampu membeli sepeda motor sendiri yang ia gunakan untuk fasilitasnya sekolah disana. Namun untuk pulang pergi ke muara enim prabumulih ia harus menggunakan angkutan umum karena sang orangtua beluam mengijinkannya mengendarai motor dengan jarak sejauh itu kira kira 2 jam jarak tempuhnya.

Pagi itu datang, kebetulan ayah sedang tak pergi kepasar untuk mengisi warung mereka. Sengaja beliau sedang mempersiapkan keberangkatan sang anak untuk menempuh pendidikan, adi pun merasa tersanjung pagi itu namun terbesit juga didalam benaknya mengapa. Namun segera dihapusnya secepat mungkin kembali mengembalikan fikiran positifnya.

Adi pun berangkat. Setibanya disana seperti biasa ia mempersiapkan semuanya untuk memulai pbelajarnya esok hari sekaligus menyiapkan sang jagoan motornya untuk dikendarai tak banyak fikiran adi setelah disana tak bayangan sedikitpun.

Keesokan harinya adi ditumbuhi perasaan mau kembali kerumah (prabumulih) namun akhirnya ia tetap melanjutkan belajar mengajar namun dengan perasaan yang sangat hawatir dengan keadaan kondisi dirumah. Jam menunjukan 2 siang akhirnya adi pulang kembali kekosannya maklum adi tidak ikut serumah dengan sang kakak yang sudah menikah dan menetap di muara enim namun adi tahu dan sering berkunjung disana. Karena kakaknya yang inilah yang sering dan terdekat untuk berkomunikasi dengannya. Kakak pertamanya.

Sekitar pukul 5 sore, adi tergetar panggilan dihandphonenya tertera ayah,bunda begitu nama kontak orangtuanya dihandphone, singkat cerita kabar itu datang suara itu jelas sang kakak paling muda mengambarkan jika sang ayah sedang sakit, adi segera disuruh untuk pulang namun adi tegaskan kepada sang kakak jika hanya sakit dia takkan pulang, akhirnya sang kakak jujur bahwa sang ayah telah tiada. Akhirnya adi pamit kepda pihak sekolah untuk pulang keprabumulih dan mengambarkan kepada sang kakak pertamanya. Bahwa ayah telah tiada dengan motor tercintanya adi melesat hari itulah kali pertama adi menggunakan sepeda motornya ke prabumulih. Dan ini adalah awal semua kepahitan itu.

Bersambung di part 4

Selamat Pagi (Selalu saya ucapkan walau kondisi malam)
Salam Sejahtera
Asalamualaikum Wr. Wb.


.: Ibu juga telah kembali :.

Kepergian sang ayah membuat hubungan keluarga ini semakin rumit dan sulit apalagi sang kakak adi semakin sulit untuk dihubungi bahkan untuk kunjungan saja sang ibu harus mengalah untuk hadir masing masing rumah anak sekedar melihat keberadaan sang anak dan cucu. 

Kondisi keuangan pun semakin memburuk alhasil usaha sang ibu semakin ambruk dan tak jelas namun tetap untuk bertahan. Adi pun mulai mendekati untuk ujian Akhir namun sayang nampaknya adi terpaksa harus menghentikan pendidikannya dimuara enim dan harus kembali keprabumulih dan sekolah disana. Ia pun pindah di SMA 6 Prabumulih. Sekolah saya juga, dulu. Dengan kondisi ujian yang semakin medekat.

Singkat cerita adipun lulus dari SMAnya. Adi pun tidak muluk muluk untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi melainkan ia berkeinginan untuk bekerja. Akhirnya ia memperoleh sebuah pekerjaan yang tepat untuknya yang diperolehnya melalui seorang kenalan. sudah memiliki sebuah pekerjaan menjadi seorang buruh di sebuah perusahaan swasta sebagai penghasil minyak. Lulusan SMA dengan kondisi seperti ini sangat berat pekerjaannya. Ia menjadi operator pemutar mata bor minyak. Berat dan keras sekali pekerjaannya. Belum lagi lingkungan disana yang sangat tak cocok untuk seorang remaja sepertinya mulai dari orang orang yang suka judi, main perempuan hingga kelahi sungguh suasana yang sudah sangat akrab dengannya. Namun hal inilah yang menjadikan adi saat ini. Adi yang kuat tak pernah mengeluh berani dibidang segala hal.

Karena pekerjaan ini membuat hubungannya dengan sang ibu semakin jauh saja beruntungnya dengan uang penghasilannya adi mampu membeli handphone untuknya dan untuk sang ibu dirumah setidaknya komunikasi mereka tak pernah terputus. Adi akan pulang jika pekerjaan sudah selesai biasanya ia sudah mengatur semua jadwalnya setidaknya selama satu bulan ia berlibur satu minggu untuk menghangatkan kembali hubungan dengan ibu. sudah sangat sering sang ibu menyarankan kepada adi untuk segera mengakhiri pekerjaannya itu. Namun dengan bijaknya di menjelaskan dan membuat sang ibu menjadi tenang.

Hari berlalu hari, saat itu tepatnya di bulan september dan adi sudah satu bulan itu tidak kerja karena dengan alasan pesanan pekerjaan belum ada yang datang, dan sudah 2 hari ini adi melihat sang ibu keluar masuk kamar mandi dan menyatakan jika beliau sedang sakit. Akhirnya segala upaya dilakukan untuk mengaobati sang ibu.

Malam itu, sang kakak yang dari palembang datang kerumah namun tak beserta keluarga sengaja menjenguk sang ibu yang sedang sakit. Sekitar pukul 9 malam waktunya istirahat. Sebelum istirahat tidur adi melihat jelagat aneh dari sang ibu ketiga tempat tidur untuk kakak, adi dan sang ibu disiapkan sedemikian rupa berseih indah dan bersih. Anehnya sang kakak sudah menyatakan kalau dia takkan tidur dirumah dia tidur dirumah saudara sang ayah yang jaraknya cukup jauh namun bisa ditempuh dengan jalan kaki. Adipun sudah protes namun sang ibu dingin menghadapinya.

Sekitar pukul 3 malam mendekati shubuh sang ibu terbangun dan menghidupkan lampu. Adi pun terbangun namun pura pura tak tahu. Adi melihat sang ibu pergi kekamar mandi. Adi melihat ditempat tidur sang ibu begitu banyak darah disana. Betapa terkejutnya adi suara itu. Suara suatu benda terjatuh dari dalam sana. Adi memanggil manggil sang ibu namun tak ada jawaban. Akhirnya dia mendobrak pintu dan melihat sang ibu terguling disana dengan kondisi hidung yang mengeluarkan darah.

Adi langsung mengangkat sang ibu ketempat tidur sang ibu. Adi mengecek kondisi ibu namun tak ada reaksi. Akhirnya ia memanggil sang kakak yang berada dirumah saudara ayah. Dan ijin menggunakan mobil membawa sang ibu kerumah sakit, sayangnya mobil tidak ditemukan. Akhirnya adi kembali memutar otaknya bahwa jika ajal ibu memang telah tiba apapun yang dilakukan akan terasa sia sia. Ia kembali kerumah dengan saudara yang lain. Ternyata benar ibu memang telah dipanggil yang mahakuasa. Segala kenangan adi kembali saat itu juga ketika sang ibu memebrikan semua perhiasaanya pada adi, menyuruh adi menyimpan semua surat tanah ketempat yang lebih aman dan tak diketahui kakak kakaknya, hingga tutur kata sang ibu bahwa sang kakaknya tak kan pernah kerumah mereka hingga ajal ibu datang dan mereka akan kerumah menanyakan warisan harta. Sungguh tak terbanyangkan perasaan adi saat itu.